Sungai Winongo Ditata, Bidik Jadi Destinasi Wisata Jogja

 Pemkot Yogyakarta memulai normalisasi Sungai Winongo, Jumat (24/4/2026), sebagai langkah menuju “Winongo Wisataku 2030” sekaligus meningkatkan kebersihan dan potensi wisata. (dok. jogjabanget)

Pemkot Yogyakarta memulai normalisasi Sungai Winongo, Jumat (24/4/2026), sebagai langkah menuju “Winongo Wisataku 2030” sekaligus meningkatkan kebersihan dan potensi wisata. (dok. jogjabanget)

Author
Redaksi
25 April 2026

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Penataan Sungai Winongo terus digenjot Pemerintah Kota Yogyakarta bersama berbagai pihak. Melalui kick off normalisasi sungai di Bendung Tanjung, kawasan Patangpuluhan, Wirobrajan, Jumat (24/4/2026), harapan menjadikan Winongo sebagai destinasi wisata semakin dikuatkan.

Program ini juga sejalan dengan gagasan besar masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) untuk mewujudkan “Winongo Wisataku 2030”.

Ketua FKWA, Endang, mengatakan upaya penataan sudah dilakukan sejak lama dan kini mulai menunjukkan hasil.

“Harapannya slogan Winongo Wisataku 2030 bisa terwujud. Sejak 2009 kita sudah berproses dan sekarang mulai ada eksekusi, terutama di sisi timur yang dulu sulit,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk mendorong regenerasi kepedulian lingkungan melalui penguatan peran RT dan RW di sepanjang bantaran sungai.

Edukasi dan Ekonomi Warga Jadi Tantangan

Endang mengakui, tantangan terbesar selama ini adalah mengubah pola pikir masyarakat yang kerap memanfaatkan bantaran sungai untuk aktivitas ekonomi, seperti kandang ternak.

Namun kini mulai ada perubahan, salah satunya melalui konsep integrated farming yang dikembangkan warga.

“Sekarang sudah mulai diarahkan ke kegiatan yang lebih produktif seperti hidroponik, maggot, kolam ikan, dan pertanian terpadu. Harapannya bisa jadi contoh untuk wilayah lain,” jelasnya.

Normalisasi Sungai Dimulai

Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, menjelaskan normalisasi dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

“Normalisasi ini untuk memperbaiki kondisi sungai, karena sedimen di Winongo, terutama sisi timur, sudah cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan longsor,” katanya.

Langkah ini diharapkan mampu membuat aliran sungai lebih lancar, sekaligus meningkatkan keamanan permukiman di sekitarnya.

Kolaborasi Banyak Pihak

Sementara itu, Kepala BBWS Serayu Opak, Maryadi Utama, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kebersihan sungai.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada peran komunitas, mahasiswa, dan swasta. Kalau kita jaga alam, maka alam akan jaga kita,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon, penyebaran benih ikan, serta pemasangan alat penyaring sampah untuk menjaga kualitas air.

Potensi Jadi Destinasi Wisata

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, optimistis Sungai Winongo bisa menjadi destinasi wisata baru jika kebersihan terus dijaga.

“Mudah-mudahan bisa jadi destinasi wisata. Sekarang sudah ada gazebo, spot-spot menarik, tapi kalau masih ada kandang ayam tentu kurang nyaman,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pengawasan dan edukasi oleh komunitas peduli sungai akan terus diperkuat agar bantaran sungai tetap tertata.

“Dengan normalisasi ini, diharapkan tidak ada lagi luapan banjir, longsor, dan sungai bisa berfungsi dengan baik,” tambahnya.