YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Kawasan Malioboro masih menjadi jujugan utama wisatawan selama libur Idulfitri 2026. Tercatat, ratusan ribu orang memadati kawasan ikonik ini untuk berwisata, berbelanja, hingga sekadar menikmati suasana khas Jogja.
Data dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat, jumlah pengunjung Malioboro selama periode 18–24 Maret 2026 mencapai 286.558 orang. Kepadatan mulai terlihat sejak 21 Maret dan terus meningkat hingga puncaknya menjelang akhir pekan libur Lebaran.
Salah satu wisatawan asal Bandung, Anna Kurniawati, mengaku sudah berada di Jogja sejak malam takbiran. Ia memanfaatkan momen Lebaran untuk silaturahmi sekaligus berwisata bersama keluarga.
“Saya dari malam Lebaran, sempat nonton pawai takbir di Titik Nol, lalu silaturahmi ke rumah nenek, ke pantai, dan sekarang foto di Malioboro,” katanya kepada jogjabanget, Sabtu 928/3/2026).
Menurutnya, liburan kali ini lebih banyak diisi dengan kegiatan keluarga dibandingkan wisata. “Semoga Lebaran di Jogja bisa menambah kedekatan saudara,” ujarnya.
Wisatawan lain, Anwar Fauzan, baru tiba di Malioboro dan berencana melanjutkan perjalanan ke kawasan Gunungkidul.
“Liburan tiga hari dua malam, ini baru sampai Malioboro. Rencana mau ke On The Rock di Gunungkidul yang lagi viral,” tuturnya. Ia juga tak melewatkan momen berburu oleh-oleh khas Jogja.
Sementara itu, pengunjung asal Bogor, Della Alfi, mengaku terkesan dengan wajah baru Malioboro yang lebih tertata.
“Seru, sekarang lebih bagus dan modern,” ucapnya.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiagakan berbagai layanan. Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Tri Sotya Atmi, menyebut ada lima posko reaksi cepat Jogomaton yang tersebar di sejumlah titik.
Selain itu, fasilitas seperti toilet portable, pusat informasi, hingga layanan Tourist Information Service (TIS) juga disediakan di sekitar Malioboro.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya, Fitria Dyah Anggraeni, menyebut lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada sore hingga malam hari.
“Keramaian pengunjung biasanya mulai pukul lima sore sampai malam. Diperkirakan puncaknya akan terjadi pada 30 Maret,” terangnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru, mengatakan layanan TIS dilengkapi berbagai fasilitas seperti tempat istirahat, charger, hingga informasi destinasi wisata.
“Kami siapkan tenda dengan minuman, peta wisata, dan informasi lengkap untuk membantu wisatawan,” jelasnya.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, Malioboro tetap menjadi magnet wisata yang tak pernah kehilangan daya tarik, terutama saat momen libur Lebaran.


