jogjabanget.id

Sri Sultan HB X Terima Tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Keraton Kilen, Bahas Kepercayaan Publik hingga Persatuan Bangsa

Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima silaturahmi tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Keraton Kilen. Pertemuan membahas penguatan kepercayaan publik, akuntabilitas pemerintahan, penegakan hukum, hingga persatuan bangsa menjelang HUT Kemerdekaan RI. (dok. Pemda DIY)

Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima silaturahmi tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Keraton Kilen. Pertemuan membahas penguatan kepercayaan publik, akuntabilitas pemerintahan, penegakan hukum, hingga persatuan bangsa menjelang HUT Kemerdekaan RI. (dok. Pemda DIY)

Author
Redaksi
28 Juli 2026 pukul 06.113 menit baca

YOGYAKARTA, jogjabanget.id – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan silaturahmi para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut menjadi ruang dialog lintas elemen bangsa untuk membahas berbagai isu kebangsaan, mulai dari kondisi sosial kemasyarakatan, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga pentingnya menjaga persatuan dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Erry Riyana Hardjapamekas, Laode M. Syarif, Pdt. Gomar Gultom, Prof. M. Amin Abdullah, Ery Seda, A. Setyo Wibowo SJ, serta Beka Ulung Hapsara.

Suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka sebagai bentuk upaya memperkuat komunikasi antartokoh bangsa di tengah dinamika kehidupan nasional.

Perwakilan Gerakan Nurani Bangsa, Alissa Wahid, mengatakan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian dialog kebangsaan yang dilakukan GNB dengan sejumlah tokoh nasional.

Menurutnya, Keraton Yogyakarta memiliki posisi historis yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia sehingga menjadi salah satu tujuan utama dalam agenda silaturahmi tersebut.

"Kami bertemu dengan Sri Sultan karena kondisi kebangsaan saat ini, tetapi juga karena dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Keraton Yogyakarta tidak pernah memiliki peran yang kecil, selalu memberikan kontribusi besar, termasuk ketika Indonesia menghadapi masa-masa genting. Karena itu kami memandang penting berdialog dengan Sri Sultan dan menyampaikan berbagai pandangan serta aspirasi yang kami himpun dari masyarakat," ujar Alissa.

Bahas Akuntabilitas hingga Penegakan Hukum

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan berbagai pandangan mengenai pentingnya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, penegakan hukum yang berintegritas, peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, hingga perlunya komunikasi yang lebih terbuka dalam proses penyusunan kebijakan publik.

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. M. Amin Abdullah, mengungkapkan salah satu isu yang mendapat perhatian adalah penguatan akuntabilitas publik dalam tata kelola pemerintahan.

Selain itu, dialog juga membahas pentingnya percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai salah satu instrumen dalam memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Sementara itu, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai aspirasi masyarakat yang diterima GNB menunjukkan pentingnya menjaga dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi terciptanya pemerintahan yang efektif sekaligus demokrasi yang sehat.

HMS00195.JPG

Pandangan tersebut diperkuat mantan Komisioner KPK Laode M. Syarif, yang menegaskan bahwa integritas aparat penegak hukum menjadi salah satu syarat utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, Pdt. Gomar Gultom menekankan pentingnya dialog dan komunikasi sebagai jalan penyelesaian berbagai persoalan kebangsaan, termasuk isu-isu strategis di Papua.

Siapkan Pesan Kebangsaan Jelang HUT RI

Alissa Wahid menegaskan Gerakan Nurani Bangsa merupakan gerakan moral yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan tidak bergerak dalam ranah politik praktis.

Ia menyebut seluruh hasil dialog bersama berbagai tokoh bangsa, termasuk pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, akan dirumuskan menjadi Pesan Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa.

"Seluruh hasil dialog ini akan kami rumuskan menjadi Pesan Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa yang rencananya akan kami sampaikan kepada pemerintah dan masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang," kata Alissa.

Silaturahmi di Keraton Kilen tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ruang dialog antarelemen bangsa, merawat semangat persatuan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan kehidupan nasional.

Dengan semangat musyawarah dan saling menghormati, pertemuan itu diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkokoh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).