jogjabanget.id

Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran Minggu Sore, Status Tetap Siaga

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) sore. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi daerah bahaya dan tetap mematuhi rekomendasi resmi karena status Merapi masih berada pada Level III Siaga. (dok. BPPTKG)

Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) sore. BPPTKG mengimbau masyarakat menjauhi daerah bahaya dan tetap mematuhi rekomendasi resmi karena status Merapi masih berada pada Level III Siaga. (dok. BPPTKG)

Author
Redaksi
17 Mei 2026

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya awan panas guguran pada Minggu (17/5/2026) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) meminta masyarakat tetap waspada dan tidak beraktivitas di wilayah potensi bahaya.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan, awan panas guguran tercatat terjadi pada pukul 15.21 WIB.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 15.21 WIB dengan amplitudo maksimal 66,82 mm dan durasi 110,5 detik. Estimasi jarak luncur tidak dapat ditentukan karena kondisi visual berkabut,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta selalu mematuhi rekomendasi resmi dari otoritas terkait.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan 17 Mei 2026 pukul 06.00-12.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau berawan hingga mendung dengan angin lemah hingga sedang bertiup ke arah timur dan barat.

Secara visual, gunung terpantau cukup jelas meski beberapa kali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal teramati mencapai tinggi 325 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas kegempaan juga masih cukup tinggi. BPPTKG mencatat 42 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-12 mm dan durasi 63,95-197,38 detik. Selain itu, terjadi 14 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-29 mm.

Tak hanya itu, petugas juga mengamati satu kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter.

Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Agus menegaskan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu di wilayah potensi bahaya.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” katanya.

BPPTKG mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan dan gangguan abu vulkanik, terutama saat hujan turun di kawasan sekitar Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tutup Agus.