Awan Panas Merapi Beruntun Empat Kali, Luncur hingga 2 Km ke Arah Kali Boyong

Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran hingga 2 kilometer ke arah Kali Boyong, Minggu (12/4/2026) pagi, BPPTKG minta warga tetap waspada. (dok. CCTV Induk Frekom 86)
YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan dalam dua hari terakhir.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sejumlah kejadian awan panas guguran yang meluncur ke arah barat daya, khususnya hulu Kali Boyong.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan bahwa awan panas terjadi secara beruntun sejak Sabtu (11/4/2026) hingga Minggu pagi (12/4/2026).
Awan Panas Terjadi Berulang
Pada Sabtu malam pukul 21.52 WIB, awan panas guguran tercatat meluncur sejauh 1.500 meter ke arah barat daya.
Sementara pada Minggu (12/4/2026), aktivitas serupa kembali terjadi beberapa kali sejak pagi hari.
“Terjadi awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur hingga 1.500 meter mengarah ke hulu Kali Boyong,” ujar Agus dalam keterangannya.
Tidak hanya satu kali, BPPTKG mencatat beberapa kejadian awan panas dalam rentang waktu yang berdekatan, bahkan salah satunya mencapai jarak luncur hingga 2.000 meter pada pukul 08.21 WIB.
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Berdasarkan laporan periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, kondisi visual Gunung Merapi terpantau cukup jelas dengan asap kawah berwarna putih setinggi 500 meter di atas puncak.
Selain awan panas, aktivitas guguran lava juga masih terjadi.
“Teramati 9 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter,” jelas Agus.
Dari sisi kegempaan, tercatat puluhan aktivitas guguran serta gempa hybrid yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung.
Status Masih Siaga
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya masih tinggi, khususnya di sektor selatan hingga barat daya.
“Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer,” tegas Agus.
Warga Diminta Waspada
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di Merapi.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan, terutama saat curah hujan meningkat di kawasan lereng gunung.
“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan tetap mematuhi rekomendasi resmi,” pungkasnya.

