jogjabanget.id

Rey’s Mediterranean Kitchen Hadir di Palagan, Tawarkan Sensasi Kuliner Mediterania yang Premium dan Colorful

Rey’s Mediterranean Kitchen resmi hadir di kawasan Palagan, Sleman, mulai Sabtu (16/5/2026). Mengusung konsep casual dining colorful dengan menu khas Mediterania, restoran ini menawarkan pengalaman kuliner baru di Yogyakarta. (dok.jogjabanget.id)

Rey’s Mediterranean Kitchen resmi hadir di kawasan Palagan, Sleman, mulai Sabtu (16/5/2026). Mengusung konsep casual dining colorful dengan menu khas Mediterania, restoran ini menawarkan pengalaman kuliner baru di Yogyakarta. (dok.jogjabanget.id)

Author
Redaksi
15 Mei 2026

SLEMAN, jogjabanget.id - Kawasan Palagan, Sleman, kembali diramaikan dengan destinasi kuliner baru. Rey’s Mediterranean Kitchen resmi membuka pintunya untuk publik mulai Sabtu (16/5/2026), menghadirkan konsep casual dining dengan cita rasa khas Mediterania yang memadukan sentuhan Eropa Selatan dan budaya Timur Tengah.

Operasional Manager Rey’s Mediterranean Kitchen, Aprio Rabadi, mengatakan konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah menjamurnya restoran bergaya industrial minimalis di Yogyakarta.

"Sesuai namanya, Rey’s Mediterranean mengusung konsep pertemuan Eropa bagian selatan dengan budaya timur. Perpaduan itu menghasilkan cita rasa yang lebih kuat dan unik, sesuatu yang belum banyak diperkenalkan di Jogja," ungkap Aprio kepada awak media, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, Rey’s tidak sekadar menjual venue yang estetik, melainkan menonjolkan kualitas produk makanan premium yang diolah secara serius.

"Kami tidak mau main-main. Yang kami tonjolkan bukan hanya tempatnya, tapi memang produknya. Misalnya perpaduan rasa asam nanas dengan juicy-nya daging, itu mungkin belum semua orang pernah merasakan," ujarnya.

Nama “Rey’s” sendiri diambil dari bahasa Spanyol, selaras dengan filosofi Mediterania yang erat dengan budaya Andalusia sebagai titik pertemuan Timur dan Eropa pada masa lampau.

Aprio menjelaskan, nuansa colorful yang mendominasi interior restoran juga terinspirasi dari karakter budaya Spanyol yang identik dengan warna-warna cerah.

"Kami melihat ada titik jenuh pada arsitektur food and beverage di Jogja yang banyak mengusung konsep skandinavian dan industrial minimalis. Kami ingin tampil beda. Sedikit lebih berbeda itu lebih baik daripada sekadar lebih baik," katanya.

Pemilihan kawasan Palagan juga bukan tanpa alasan. Rey’s melihat kawasan ini sebagai titik strategis yang menghubungkan Jalan Kaliurang dan Jalan Magelang, sekaligus menjadi episentrum pertumbuhan industri kuliner baru di Jogja utara.

"Palagan sekarang jadi titik sentral pertumbuhan industri food and beverage. Hampir semua resto, coffee shop, sampai hiburan malam berkembang di sini. Ini entry point yang sangat potensial," jelasnya.

Dari sisi menu, Rey’s Mediterranean Kitchen menghadirkan beragam hidangan premium berbasis bahan segar seperti seafood, olive oil, arugula, tomato cherry, hingga basil.

Head Chef Yonada menyebut salah satu menu andalan mereka adalah Wagyu and Tenderloin Steak yang disajikan dengan nanas bakar dan dua pilihan saus khas, yakni Aji Amarillo dan Chimichurri.

"Konsep dapur kami perpaduan makanan barat dan Timur Tengah. Semua diolah fresh, bukan produk olahan pabrik. Lebih ke semi healthy food dengan banyak pilihan seafood," paparnya.

Tak hanya makanan, pengalaman Mediterania juga dihadirkan lewat racikan minuman khas.

Head Bar Anjarikieisakoe mengatakan deretan mocktail di Rey’s menawarkan kombinasi rasa asam, manis, pedas, dan rempah yang menyegarkan.

"Konsep minuman kami ada sentuhan rempah dan sedikit aroma pedas. Jadi refreshing tapi tetap punya karakter kuat," tuturnya.

Untuk harga, Rey’s mematok menu mulai dari Rp50 ribuan hingga Rp100 ribuan untuk hidangan sharing, sementara minuman dibanderol mulai Rp25 ribuan hingga Rp200 ribuan.

Restoran ini beroperasi setiap hari pukul 15.00–23.00 WIB dengan kapasitas terbatas, menyasar pasar premium casual dining yang ingin menikmati pengalaman kuliner santai namun eksklusif.

Ke depan, Rey’s juga menyiapkan berbagai program hiburan tematik mulai dari live music, latin dance, pesta topeng, hingga seasonal event seperti Halloween dengan nuansa khas Mediterania.

"Kami ingin jadi salah satu destinasi kuliner utama di Jogja. Bukan sekadar tempat makan, tapi pengalaman menikmati budaya Mediterania secara utuh,” pungkasnya.