PHRI DIY Siap Sambut Libur Panjang Kenaikan Isa Al-Masih, Okupansi Hotel Diprediksi 85 Persen

PHRI DIY memastikan kesiapan hotel menyambut wisatawan saat libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih 2026. Tingkat reservasi sudah mencapai 40-60 persen dan wisatawan diimbau waspada penipuan reservasi hotel. (dok. Loman Park Hotel)
YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memastikan kesiapan sektor perhotelan menyambut lonjakan wisatawan pada libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih akhir pekan ini.
Meski tidak menyiapkan skema khusus, PHRI menegaskan standar pelayanan dan kualitas hospitality tetap menjadi prioritas utama bagi para pelancong yang datang ke Yogyakarta.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, mengatakan seluruh hotel di wilayah DIY dalam kondisi siap menerima tamu baik pada momen libur panjang maupun hari biasa.
“Kami dari PHRI DIY selalu siap menerima wisatawan, baik saat momen long weekend maupun hari biasa. Memang tidak ada persiapan khusus untuk melayani tamu, tapi kami betul-betul memperhatikan tentang hospitality-nya itu baik,” ujar Deddy, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, tingkat reservasi hotel untuk periode 14–17 Mei 2026 saat ini mulai menunjukkan tren positif.
Berdasarkan laporan yang diterima PHRI DIY, tingkat keterisian kamar hotel di berbagai wilayah DIY telah mencapai 40 hingga 60 persen dan diperkirakan terus meningkat hingga mendekati akhir pekan.
“Saat ini angka reservasi dilaporkan sudah mencapai kisaran 40-60 persen dan diprediksi akan terus bertambah,” katanya.
PHRI DIY menargetkan rata-rata okupansi hotel selama libur panjang kali ini bisa menembus 85 persen.
Target tersebut mengacu pada performa libur panjang April 2026 lalu yang sempat mencatat okupansi hingga 90 persen, jauh lebih tinggi dibanding masa libur Idulfitri yang hanya berada di kisaran 65 persen.
Meski tren pemesanan meningkat, Deddy memastikan ketersediaan kamar hotel di DIY masih mencukupi.
Namun demikian, wisatawan tetap diimbau melakukan reservasi lebih awal agar perjalanan lebih nyaman dan terhindar dari risiko kehabisan kamar.
“Kalau sekarang banyak wisatawan yang datang langsung ke hotel atau walking guest. Tapi risikonya kalau hotel yang dituju penuh, wisatawan terpaksa harus berputar-putar mencari penginapan. Itu malah bisa menambah kepadatan lalu lintas, jadi kami imbau reservasi dulu,” paparnya.
Selain itu, PHRI DIY juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat memesan kamar hotel melalui platform digital.
Deddy menyarankan wisatawan hanya menggunakan jalur resmi, seperti website resmi hotel atau daftar kontak resmi yang tersedia melalui laman PHRI DIY.
Ia menegaskan pentingnya melakukan konfirmasi ulang ke nomor resmi hotel sebelum melakukan transfer pembayaran atau deposit.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan reservasi hotel yang belakangan terjadi melalui nomor telepon palsu di Google Maps.
“Di Google Maps banyak teman-teman hotel yang nomor reservasinya di-hack. Pengalaman kemarin ada tamu yang sudah bayar deposit, ternyata yang menerima bukan pihak hotel tapi penipu. Itu menjadi pembelajaran bagi semua supaya tidak tertipu,” tandasnya.
PHRI DIY berharap momentum libur panjang ini mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perhotelan di Yogyakarta, sekaligus menjadi sinyal positif bagi kebangkitan industri hospitality sepanjang 2026.


