Manasik Haji Dimulai Lebih Awal, 465 Calon Jemaah Nur Ramadhan Bersiap Berangkat 2027
Nur Ramadhan memulai manasik perdana haji khusus untuk keberangkatan 2027, Minggu (12/7/2026). Sebanyak 465 calon jemaah dipersiapkan dari sisi ibadah, kesehatan, finansial hingga teknologi digital. (dok. jogjabanget)
SLEMAN, jogjabanget.id - Persiapan ibadah haji tidak hanya soal memahami rangkaian rukun dan wajib haji. Kondisi fisik, mental, ilmu hingga kesiapan finansial juga menjadi bekal penting sebelum calon jemaah bertolak ke Tanah Suci.
Hal itu menjadi perhatian Nur Ramadhan Internasional yang mulai menggelar manasik perdana haji khusus bagi calon jemaah keberangkatan 2027 di Sleman, Minggu (12/7/2026).
Direktur Utama Nur Ramadhan, Ustaz H. Mifdhol Abdurrahman mengatakan, manasik sengaja dimulai lebih awal setelah pemerintah merilis nama-nama jemaah yang berhak berangkat pada musim haji 2027.
Menurutnya, rilis tersebut terbilang lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya baru diterima sekitar Agustus atau September.
“Di bulan Juli Kementerian Haji sudah merilis nama siapa yang berhak berangkat 2027 dan siapa yang berhak berangkat setelahnya. Oleh karena itu, kami mengundang jemaah agar bisa melakukan persiapan lebih awal,” kata Mifdhol.
Nur Ramadhan, lanjut dia, telah menerima rilis sebanyak 465 nama calon jemaah. Pihaknya berharap seluruh jemaah yang mendapat kesempatan berangkat pada 2027 benar-benar siap menunaikan ibadah haji.
Manasik akan berlangsung secara berkelanjutan setiap bulan dengan sekitar 10 hingga 11 kali pertemuan hingga mendekati waktu keberangkatan.
“Manasik hari ini merupakan manasik perdana dan nanti akan berlangsung setiap bulan. Ada banyak regulasi baru, aturan baru dan informasi baru yang perlu dipersiapkan jemaah,” ujarnya.
Manasik Bukan Sekadar Belajar Tata Cara Haji
Mifdhol menegaskan, manasik tidak hanya menjadi kegiatan untuk mempelajari teknis pelaksanaan ibadah haji. Lebih dari itu, manasik merupakan proses pembinaan calon jemaah agar memahami makna setiap rangkaian ibadah.
“Manasik haji bukan sekadar kegiatan untuk mempelajari cara pelaksanaan haji saja. Manasik merupakan proses pembinaan yang bertujuan membentuk jemaah,” ungkapnya.
Melalui pembekalan tersebut, calon jemaah diharapkan memahami rukun, wajib dan sunah haji serta ketentuan syariat dalam menjalankan ibadah.
Nur Ramadhan juga menargetkan jemaah mampu melaksanakan ibadah secara benar, tertib, mandiri dan penuh kekhusyukan.
“Kami ingin jemaah mampu melaksanakan ibadah haji dengan benar, tertib, mandiri dan penuh kekhusyukan,” jelas Mifdhol.
Selain pembinaan ibadah, jemaah akan mendapatkan pendampingan kesehatan hingga pembekalan mengenai kondisi yang bakal dihadapi selama berada di Arab Saudi.
Pembinaan bahkan direncanakan tetap berlanjut setelah jemaah kembali ke Tanah Air.
Persiapan Finansial Jadi Perhatian
Kesiapan finansial menjadi salah satu persoalan yang turut disoroti. Mifdhol menyebut, pada tahun sebelumnya terdapat sekitar 600 nama jemaah yang dirilis, tetapi hanya sekitar 340 orang yang melakukan pelunasan.
Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi kondisi tersebut adalah ketidaksiapan biaya serta fluktuasi nilai tukar.
“Penyebabnya di antaranya mungkin karena fluktuasi nilai tukar. Kebanyakan terkait dengan biaya,” katanya.
Karena itu, Nur Ramadhan menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memberikan edukasi pengelolaan keuangan dan memperkenalkan program tabungan haji kepada calon jemaah.
“Pada tahun ini Nur Ramadhan sudah menerima rilis dari pemerintah sebanyak 465 nama. Kita harapkan yang mendapatkan panggilan betul-betul bisa berangkat semua di tahun 2027,” ujarnya.
Kemenhaj DIY Ingatkan Empat Bekal Calon Jemaah
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Hj. Silvia Rosetti mengatakan, calon jemaah perlu menyiapkan setidaknya empat aspek penting, yakni fisik, mental dan spiritual, finansial serta ilmu.
Menurut Silvia, haji khusus diselenggarakan oleh pihak swasta melalui izin resmi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan menggunakan kuota resmi pemerintah.
“Persiapan harus matang, baik dari segi fisik, mental, spiritual maupun finansial. Keempat aspek tersebut harus dipenuhi secara seimbang agar perjalanan ibadah haji dapat berjalan dengan baik,” kata Silvia.
Dari sisi fisik, jemaah diminta mulai menjaga pola makan, berolahraga dan melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Silvia mengingatkan pengalaman jemaah sebelumnya yang mengalami kelelahan menjelang keberangkatan karena berbagai aktivitas.
“Mulailah melatih diri dengan berolahraga, seperti rutin berjalan kaki. Bagi yang memiliki riwayat penyakit bawaan sebaiknya segera memeriksakan kesehatan kepada dokter,” ujarnya.
Sementara dari sisi finansial, persiapan pelunasan biaya haji dinilai perlu dilakukan sejak jauh hari.
Silvia mengungkapkan, berdasarkan pembahasan bersama Komisi VIII DPR RI regional Yogyakarta, sekitar 40 persen jemaah sempat mengalami kendala pelunasan.
“Jangan sampai jemaah baru kebingungan mencari cara pelunasan beberapa bulan sebelum berangkat. Program menabung bisa dilakukan secara paralel sejak awal mendaftar,” tuturnya.
Ia mendorong adanya skema menabung secara berkala maupun mitigasi terhadap kenaikan nilai tukar sehingga calon jemaah lebih siap ketika jadwal pelunasan tiba.
Manasik Haji Didorong Makin Digital
Selain materi ibadah, pemanfaatan teknologi juga didorong masuk lebih dalam dalam rangkaian manasik haji.
Silvia menyampaikan pesan Wakil Gubernur DIY agar calon jemaah mulai dikenalkan dengan penggunaan aplikasi maupun perangkat digital yang menunjang pelaksanaan ibadah haji.
“Mengingat tidak semua jemaah langsung familier dengan sistem digital, simulasi penggunaan aplikasi atau perangkat digital penunjang haji perlu diperkuat dalam manasik,” jelasnya.
Dengan manasik yang dimulai lebih awal dan dilakukan secara berkelanjutan, calon jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga benar-benar siap secara fisik, spiritual, finansial hingga teknologi.
“Selamat mempersiapkan diri, semoga menjadi haji yang mabrur,” pungkas Silvia.


