jogjabanget.id

IBOS Optimistis Industri F&B Tumbuh 7 Persen, Siapkan Ekspansi dan Penyegaran Direksi

PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) menggelar RUPST dan Public Expose 2026. Perseroan melakukan penyegaran direksi dan komisaris serta optimistis mengejar pertumbuhan industri F&B sebesar 7 persen hingga 2029 melalui ekspansi bisnis. (dok. jogjabanget)

PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) menggelar RUPST dan Public Expose 2026. Perseroan melakukan penyegaran direksi dan komisaris serta optimistis mengejar pertumbuhan industri F&B sebesar 7 persen hingga 2029 melalui ekspansi bisnis. (dok. jogjabanget)

Author
Redaksi
26 Juni 2026 pukul 09.323 menit baca

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - PT Indo Boga Sukses Tbk (IDX: IBOS) optimistis melanjutkan ekspansi bisnis di sektor food and beverage (F&B) meski situasi geopolitik global masih berfluktuasi. Optimisme tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), serta Public Expose Tahunan 2026 yang digelar di BAKI Restaurant, Yogyakarta, Jumat (26/6/2026).

Dalam RUPST Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan, penggunaan laba, remunerasi direksi dan komisaris, serta penunjukan akuntan publik untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026.

Sementara melalui RUPSLB, IBOS melakukan penyegaran jajaran pengurus dengan menunjuk Teddy Verian Salim sebagai Komisaris menggantikan T. Guntur Pasaribu, Lie Kienata sebagai Komisaris Independen menggantikan Sihol Siagian, serta mengangkat Nurlisawati sebagai Direktur Keuangan menggantikan Chandra Adhi Pradana.

Direktur Utama PT Indo Boga Sukses Tbk, Edi Nugroho, mengatakan pergantian pengurus merupakan bagian dari regenerasi organisasi setelah berakhirnya masa jabatan sebelumnya.

"Acara ini adalah laporan keuangan tahunan yang memang rutin dilakukan, ditambah RUPSLB terkait perubahan jajaran komisaris dan direksi. Periode sebelumnya sudah selesai sehingga kami membutuhkan penyegaran organisasi," ujar Edi.

Menurutnya, penyegaran tersebut juga menjadi langkah memperkuat strategi ekspansi perusahaan, terutama menyasar pasar anak muda.

"Direksi dan komisaris baru kami pilih karena memiliki visi yang sama untuk mendukung ekspansi ke depan, khususnya menghadapi perkembangan pasar yang semakin dinamis," katanya.

Tetap Ekspansi Meski Ada Tantangan Global

Dalam Public Expose, IBOS memproyeksikan industri F&B Indonesia masih memiliki prospek cerah dengan target pertumbuhan sekitar 7 persen per tahun hingga 2029.

Edi mengakui kondisi geopolitik global dan fluktuasi nilai tukar masih menjadi tantangan, terutama karena sebagian bahan baku produk perusahaan masih diimpor. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tidak akan mengganggu rencana ekspansi.

"Kita tetap selalu optimistis memenuhi target ekspansi. Memang ada beberapa penyesuaian karena situasi global, terutama menyangkut bahan impor seperti konsentrat Salzburg maupun material untuk Segafredo. Tetapi itu tidak mempengaruhi secara signifikan rencana pengembangan usaha kami," ujarnya.

Ia menambahkan pasar utama IBOS masih didominasi konsumen domestik sehingga dampak perlambatan ekonomi global relatif terbatas.

"Market kita adalah market lokal. Demand tetap berasal dari dalam negeri sehingga kami optimistis prospek bisnis F&B dan hospitality masih sangat baik," jelasnya.

Kembangkan Beragam Unit Bisnis

Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, IBOS melakukan sejumlah pengembangan bisnis.

Perseroan melakukan rebranding D'Monaco Restaurant menjadi BAKI Restaurant yang mengusung konsep kuliner Nusantara Fusion. Selain itu, perusahaan membuka Kim's Bar & Kitchen, Donna Bar and Lounge, serta meluncurkan Salzburg, minuman sparkling nonalkohol berbahan konsentrat buah asli melalui anak usaha PT Kairos Sukses Indonesia.

Pada 15 Mei 2026, IBOS juga meresmikan Rey's Mediterranean Kitchen yang menyasar segmen menengah atas dengan konsep kuliner Mediterania.

Selain itu, perusahaan memperoleh hak pengembangan jaringan Segafredo Zanetti Espresso di Indonesia, kecuali Jakarta. Sejumlah outlet direncanakan dibuka di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Ngurah Rai Bali, serta flagship store di Yogyakarta.

Optimistis Bersaing di Industri Kopi

Edi menegaskan kehadiran Segafredo tidak dimaksudkan untuk bersaing secara langsung dengan pelaku UMKM kopi lokal karena menyasar segmen pasar berbeda.

"Segafredo sudah hadir puluhan tahun dan memiliki ratusan outlet di berbagai negara. Kami optimistis bisa bersaing karena segmennya berbeda. Justru konsumen memiliki lebih banyak pilihan tanpa mematikan UMKM," ujarnya.

Menurutnya, perusahaan akan terus menyesuaikan strategi pemasaran mengikuti perkembangan tren dan preferensi konsumen.

Fokus Membuka Lapangan Kerja

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, IBOS berharap ekspansi yang dilakukan mampu memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru.

"Harapan kami Indonesia semakin baik, stakeholder terus memberikan kepercayaan kepada kami, sehingga kami bisa melakukan lebih banyak ekspansi dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi masyarakat," kata Edi.