jogjabanget.id

10 Tahun Bersama Jogja, Melbourne Symphony Orchestra Siapkan World Premiere 'Dharma'

Pemda DIY dan Melbourne Symphony Orchestra merayakan 10 tahun kolaborasi melalui konser, Youth Music Camp dan workshop seni pada 12-16 Juli 2026 di Yogyakarta. (dok. jogjabanget)

Pemda DIY dan Melbourne Symphony Orchestra merayakan 10 tahun kolaborasi melalui konser, Youth Music Camp dan workshop seni pada 12-16 Juli 2026 di Yogyakarta. (dok. jogjabanget)

Author
Redaksi
12 Juli 2026 pukul 21.484 menit baca

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Melbourne Symphony Orchestra (MSO) kembali menghadirkan rangkaian program seni dan pengembangan kapasitas pelaku budaya di Yogyakarta pada 12-16 Juli 2026.

Tahun ini menjadi momentum spesial karena menandai satu dekade kemitraan MSO dengan Dinas Kebudayaan DIY. Sejumlah agenda digelar, mulai Pentas Ruwat Ruwet, Youth Music Camp, Arts Management Workshop (AMW), Music Composition Workshop (MCW), hingga Konser Kolaborasi.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama sister province antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Negara Bagian Victoria, Australia.

Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Dinas Kebudayaan DIY, Rully Andriadi mengatakan, rangkaian kegiatan diawali Pentas Ruwat Ruwet di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (12/7/2026).

Pertunjukan Ruwat Ruwet merupakan implementasi proposal terbaik dari Arts Management Workshop 2025. Tim terpilih telah menjalani pendampingan selama kurang lebih delapan bulan.

"Rangkaian kegiatan Melbourne Symphony Orchestra merupakan bagian dari hubungan sister province antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Negara Bagian Victoria, Australia," ujar Rully dalam jumpa pers di TBY, Minggu.

Menurutnya, program kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pertunjukan seni. Penguatan kemampuan pelaku budaya menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan.

"Program ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas pelaku budaya melalui berbagai workshop dan pendampingan," katanya.

25 Peserta Youth Music Camp Terpilih dari Hampir 80 Pendaftar

Setelah Pentas Ruwat Ruwet, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Youth Music Camp dan Arts Management Workshop pada 13-15 Juli 2026 di Kaliurang.

Sementara Music Composition Workshop digelar pada 13-14 Juli 2026 bekerja sama dengan Art Music Today.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Konser Kolaborasi pada 16 Juli 2026. Konser tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya Bulan Warisan Dunia DIY.

"Melalui Bulan Warisan Dunia, kami ingin merayakan, mempromosikan, melestarikan, mengembangkan, dan memajukan warisan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memperoleh pengakuan UNESCO," jelas Rully.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi, pertunjukan, pameran, festival hingga pelibatan masyarakat.

Konser Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Kolaborasi

Chief Operating Officer Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo mengatakan, Konser Kolaborasi di Auditorium Universitas Sanata Dharma pada 16 Juli 2026 menjadi puncak perayaan sepuluh tahun kemitraan MSO dan Dinas Kebudayaan DIY.

Konser tahun ini mengusung tema "A Decade: A Deeper Understanding".

"Melalui tema A Decade: A Deeper Understanding, kami ingin merayakan perjalanan satu dekade kolaborasi sekaligus menunjukkan bagaimana program ini memungkinkan kita saling memahami budaya dengan lebih mendalam," ujar Suzanne.

Ia berharap seni dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman lintas budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi setiap individu.

Konser akan melibatkan 25 peserta Youth Music Camp yang terpilih dari hampir 80 pendaftar. Mereka bakal tampil bersama para musisi Melbourne Symphony Orchestra.

Karya 'Dharma' Bakal Tayang Perdana

Salah satu sajian spesial dalam konser tersebut adalah world premiere atau penayangan perdana karya kolaborasi komposer Indonesia Vishnu Satyagraha dan komposer Australia Thomas Green.

Karya berjudul "Dharma" tersebut akan dipadukan dengan pertunjukan wayang oleh Fani Rickyansah.

Sejumlah alumni program MSO juga ikut mengambil peran penting dalam penyelenggaraan konser. Mereka di antaranya Raden Dwiyatama Darmasakti, Yosef Yudha Prasetya dan Shelia Sanjaya.

Suzanne menilai keterlibatan alumni menjadi bagian dari perjalanan panjang program yang tidak hanya berfokus pada satu kegiatan, tetapi juga membangun regenerasi pelaku seni.

Peserta Belajar Kelola Proyek Seni

Head of Operations Melbourne Symphony Orchestra, Callum Moncrieff menambahkan, Arts Management Workshop dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengelola proyek seni secara menyeluruh.

Tahun ini, sebanyak 25 peserta dipilih dari total 78 pendaftar untuk mengikuti pelatihan intensif bersama tim manajemen MSO.

"Kami ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana merancang, mengelola, hingga mewujudkan sebuah proyek seni yang berdampak," kata Callum.

Menurutnya, kelompok yang menampilkan Ruwat Ruwet merupakan tim terbaik Arts Management Workshop 2025.

Tim tersebut telah mendapatkan supervisi dan pendampingan selama kurang lebih delapan bulan dari MSO bersama Dinas Kebudayaan DIY.

"Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti pada satu pertunjukan. Para peserta diharapkan mampu mengembangkan proyek-proyek seni lainnya di masa mendatang," ujarnya.

Tak berhenti di tahun ini, kelompok dengan proposal terbaik dalam Arts Management Workshop 2026 juga bakal mendapatkan dukungan pendanaan dari Dinas Kebudayaan DIY.

Melbourne Symphony Orchestra selanjutnya memberikan pendampingan untuk membantu tim terpilih merealisasikan proyek seni pada 2027.

Seluruh rangkaian kegiatan didukung Dana Keistimewaan DIY, Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, serta Griffith University, Brisbane, Australia.