Pelayanan Haji DIY Siap Optimal, Embarkasi YIA Jadi Pilot Project Nasional

DIY resmi memulai babak baru penyelenggaraan haji 2026 melalui Embarkasi YIA. Dengan konsep tanpa asrama dan sistem berbasis hotel, pelayanan jemaah ditargetkan lebih optimal dan nyaman. (dok. Pemda DIY)
KULON PROGO, jogjabanget.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi YIA Tahun 2026 resmi dilantik secara daring oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Jumat (17/4/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Kulon Progo ini menjadi penanda kesiapan DIY dalam menyambut musim haji, sekaligus mencatat sejarah baru dengan penggunaan embarkasi YIA.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pengelola bandara.
“Ini bukan persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat. Embarkasi YIA sudah diinisiasi sejak lama dan melibatkan banyak pihak. Insya Allah semua sudah siap,” ujar Made.
Ia juga menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari amanah besar bagi para petugas haji. Menurutnya, menjadi bagian dari PPIH adalah tugas mulia karena mendampingi jemaah dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Penyelenggaraan haji melalui Embarkasi YIA ini menjadi tonggak sejarah bagi DIY. Saudara sekalian akan menjadi bagian dari sejarah tersebut,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Made menekankan pentingnya menjaga kesehatan petugas demi memastikan pelayanan maksimal kepada jemaah. Hal ini sejalan dengan slogan “berangkat sehat, pulang sehat”.
“Petugas harus menjaga kondisi tubuh. Pelayanan terbaik hanya bisa diberikan oleh mereka yang sehat, sigap, dan penuh empati,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut Embarkasi YIA sebagai yang pertama di Indonesia dengan konsep tanpa asrama. Model ini bahkan dijadikan sebagai pilot project nasional.
“Kalau DIY berhasil menjalankan embarkasi ini dengan baik, maka konsep ini bisa diterapkan di daerah lain ke depannya,” ujarnya dalam sambutan daring.
Di sisi lain, Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, menjelaskan adanya peningkatan kuota jemaah haji tahun ini.
“Total kuota DIY meningkat menjadi 3.748 jemaah, dan secara keseluruhan ada 3.830 orang yang akan diberangkatkan termasuk petugas,” jelasnya.
Ia menambahkan, jemaah akan terbagi dalam 11 kelompok terbang (kloter). Dengan sistem embarkasi berbasis hotel, jemaah diharapkan bisa beristirahat lebih nyaman sebelum keberangkatan.
“Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan haji secara keseluruhan,” pungkasnya.

