Kartini Bersepeda Lagi, Aksi Unik Emak-emak Berkebaya Angkat Perempuan dan Budaya

Peringatan Hari Kartini di Yogyakarta berlangsung unik lewat kirab sepeda onthel, Senin (20/4/2026) sore. Puluhan emak-emak berkebaya bersepeda dari Tugu hingga Malioboro sambil mengusung semangat budaya dan lingkungan. (dok. jogjabanget)
YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Peringatan Hari Kartini di Yogyakarta tahun ini terasa berbeda. Puluhan emak-emak berkebaya mengikuti kirab sepeda onthel bertajuk “Kartini Bersepeda Lagi”, Senin (20/4/2026) sore.
Kegiatan dimulai dari kawasan Tugu Yogyakarta dengan suasana khidmat. Para peserta mengenakan kebaya untuk perempuan dan busana tradisional seperti sorjan untuk pria.
Mereka bersama-sama menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Ibu Kita Kartini”, dilanjutkan pembacaan puisi serta renungan Hari Kartini.
Setelah itu, rombongan melakukan kirab sepeda onthel menyusuri Jalan Malioboro hingga berakhir di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Yogyakarta, Margareta Tinuk Suhartini, mengatakan peringatan Kartini selalu menjadi momen spesial bagi perempuan.
“Senang sekali bisa merayakan Hari Kartini dengan cara unik seperti ini. Semangat Kartini yang memperjuangkan kesetaraan membuat perempuan punya banyak kesempatan di berbagai bidang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perempuan untuk terus beradaptasi di era digital tanpa meninggalkan budaya.
“Kartini modern harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Kuncinya tidak berhenti belajar, terutama dalam hal literasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” katanya.
Sementara itu, Pendiri Paguyuban Onthel Djogjakarta (Podjok), Muntowil, menyebut kegiatan ini sebagai upaya menjaga semangat Kartini sekaligus kampanye gaya hidup ramah lingkungan.
“Di tengah era serba digital, kita ingin mengingatkan bahwa bersepeda itu tetap relevan. Selain hemat energi, ini juga bagian dari menjaga bumi,” terangnya.
Menurutnya, rute dari Tugu hingga Titik Nol bukan tanpa makna. Jalur tersebut merupakan bagian dari sumbu filosofi Yogyakarta yang sarat nilai budaya.
“Kita ingin menyampaikan bahwa semangat Kartini tetap hidup, berpadu dengan kearifan lokal dan budaya Jogja,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 20 peserta dari berbagai komunitas dan menjadi salah satu cara kreatif memperingati Hari Kartini. Selain menjaga tradisi, acara ini juga menjadi ajakan bagi generasi muda untuk tetap bangga berkebaya dan mencintai budaya lokal.


