Jogja Siap Jadi Kota Festival, 150 Event Disiapkan Sepanjang Tahun

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan (tengah) menyebutkan Pemkot Yogyakarta menyiapkan 150 event untuk menarik wisatawan datang karena festival, sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. (dok. Pemkot Jogja)

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan (tengah) menyebutkan Pemkot Yogyakarta menyiapkan 150 event untuk menarik wisatawan datang karena festival, sekaligus meningkatkan ekonomi lokal. (dok. Pemkot Jogja)

Author
Redaksi
16 April 2026

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus menguatkan identitas sebagai kota festival dengan menyiapkan ratusan event sepanjang tahun. 

Strategi ini diharapkan mampu menarik wisatawan datang ke Jogja bukan sekadar kebetulan, tetapi memang karena ingin menghadiri acara tertentu.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengorkestrasi berbagai kegiatan lintas dinas agar lebih terintegrasi dan berdampak langsung ke masyarakat.

“Kita mencoba mengorkestrasi bagaimana kita bikin acara bersama, kemudian kalender event kita ditata supaya lebih terarah,” ungkapnya di Pakualaman, Kamis (16/4/2026).

Fokus Isi Low Season Pariwisata

Wawan menjelaskan, salah satu fokus utama adalah mengisi periode low season wisata yang biasanya terjadi pada Februari hingga April.

“Ini periode sepi wisata, jadi kita coba bikin kegiatan supaya orang datang ke Jogja memang karena event, bukan kebetulan,” ujarnya.

Berbagai konsep pun disiapkan, mulai dari festival budaya, kegiatan keagamaan, hingga event kreatif yang dikemas lebih besar dan terintegrasi.

Dari Imlek hingga Ruwahan Agung

Sejumlah event yang dirancang antara lain Pekan Imlek, takbir akbar skala kota, hingga festival budaya seperti ruahan yang akan dikembangkan menjadi “ruwahan agung” di kawasan Malioboro.

Tak hanya itu, Pemkot juga ingin memperkuat event yang sudah ada seperti ARTJOG agar semakin berdampak luas.

“Kita ingin orang datang ke Jogja karena ingin melihat event tertentu, seperti di luar negeri orang datang karena festival,” kata Wawan.

Oktober Disiapkan Jadi Bulan Wisata Jogja

Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan konsep besar di bulan Oktober sebagai puncak kunjungan wisata.

Selama satu bulan penuh, akan digelar berbagai kegiatan termasuk program diskon belanja bertajuk “Jogja Great Sale” (nama masih dikaji), yang melibatkan pelaku usaha, pasar, hingga sektor transportasi seperti kereta api dan maskapai.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

150 Event Sudah Disiapkan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, menyebut bahwa kalender event sebenarnya sudah dirilis sejak November 2025.

“Ada sekitar 150 event, dan 103 di antaranya berasal dari Kota Yogyakarta,” terangnya

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor termasuk dengan pemerintah daerah, BUMN, hingga komunitas menjadi kunci sukses pengembangan event.

Wisatawan 11 Juta, Target Lama Tinggal Naik

Data tahun 2025 mencatat sekitar 11 juta wisatawan berkunjung ke Kota Yogyakarta, termasuk 314 ribu wisatawan mancanegara.

Namun, lama tinggal wisatawan masih menjadi tantangan.

“Rata-rata lama tinggal masih 1,77 hari, belum sampai target 2 hari. Tapi kami optimis bisa meningkat dengan event yang lebih menarik,” jelas Zandaru.

Selain itu, rata-rata belanja wisatawan tercatat mencapai Rp2,28 juta per orang, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah.

Dampak ke UMKM dan Ekonomi Lokal

Pemkot berharap strategi berbasis event ini tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pelaku UMKM, hotel, restoran, hingga sektor ekonomi kreatif.

Dengan konsep kota festival yang lebih matang, Yogyakarta ditargetkan menjadi destinasi yang selalu hidup sepanjang tahun.