jogjabanget.id

Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 Hadirkan Lomba hingga Tradisi Adat, Digelar September-November 2026

Kadipaten Pakualaman menggelar Hadeging ke-221 Tahun Jawa dengan tema Budyawicitra Nayènggita. Rangkaian kegiatan berlangsung September-November 2026, mulai lomba budaya hingga prosesi adat. (FOTO: aroel M/jogjabanget)

Kadipaten Pakualaman menggelar Hadeging ke-221 Tahun Jawa dengan tema Budyawicitra Nayènggita. Rangkaian kegiatan berlangsung September-November 2026, mulai lomba budaya hingga prosesi adat. (FOTO: aroel M/jogjabanget)

Author
Redaksi
23 Agustus 20263 menit baca

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta kembali menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 Tahun Jawa. Agenda tahun ini memadukan seni, budaya, pendidikan, perlombaan, hingga tradisi adat dan keagamaan.

Mengusung tema “Budyawicitra Nayènggita”, rangkaian peringatan akan berlangsung mulai September hingga November 2026.

Tema tersebut memiliki makna penghargaan terhadap keberagaman merupakan cermin keluhuran budi. Pesan itu menjadi landasan dalam berbagai kegiatan yang disiapkan untuk masyarakat umum, pelajar, hingga abdi dalem.

Koordinator Bidang Lomba Kadipaten Pakualaman, Mas Bekel Setyoreksoko, mengatakan tema tersebut mengandung filosofi tentang pentingnya keberagaman dan keluhuran budi pekerti.

“Tema ini memiliki makna filosofis yang mendalam, di mana budi berarti budi pekerti, wicitra berarti aneka warna nan indah, naya berarti kebijaksanaan, dan ingita berarti tingkah laku,” paparnya saat jumpa pers di Kadipaten Pakualaman, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, filosofi tersebut kemudian diterjemahkan melalui sembilan kategori perlombaan yang akan berlangsung di sejumlah lokasi, yakni Pura Pakualaman, Pendopo Kepatihan Pakualaman, dan Lapangan Kopertis.

Ada Lomba Batik hingga Jemparingan Pelajar

Pelindung Acara Hadeging Kadipaten Pakualaman, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Indrokusumo, mengatakan rangkaian peringatan tahun ini dirancang agar dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Lomba Mewarnai Motif Batik Pakualaman, Festival Langen Siwi, Lomba Tari Klasik Gagrag Pakualaman, hingga Sayembara Jemparingan Mataraman Pelajar.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga akan diisi upacara adat, pengajian, hingga ziarah.

“Kami akan melaksanakan berbagai kegiatan kali ini seperti perlombaan, upacara adat dan pengajian hingga ziarah,” ungkap GPH Indrokusumo.

Ia berharap rangkaian peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tidak hanya menjadi agenda rutin setiap tahun, tetapi juga mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan mencintai budaya Jawa.

“Kami berharap rangkaian kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Jawa, dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas positif,” imbuhnya.

Pakualaman 271 01.jpg

Puncak Hadeging Digelar 21-23 November

Bidang Adat Kadipaten Pakualaman, Nyi Mas Lurah Handayaningsih, mengatakan aspek tradisi tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman tahun ini.

Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 21-23 November 2026, dengan sejumlah prosesi adat dan kegiatan keagamaan.

Pada Sabtu, 21 November 2026, rangkaian puncak akan diawali Upacara Adat Bucalan dan Wilujengan, kemudian dilanjutkan Tasyakuran Pengajian.

“Ada berbagai acara adat yang kami laksanakan baik itu untuk abdi dalem maupun umum. Upacara Adat Bucalan dan Wilujengan, serta Tasyakuran Pengajian menjadi pembuka rangkaian puncak pada Sabtu, 21 November 2026,” ungkap Handayaningsih.

Selanjutnya, pada Minggu, 22 November 2026, akan digelar Sema’an Al-Quran di Masjid Besar Pakualaman serta Pagelaran Sendratari Ramayana di Pura Pakualaman.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya Kadipaten Pakualaman untuk menjaga kesinambungan tradisi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam peringatan sejarah dan kebudayaan Pakualaman.

Dengan tema Budyawicitra Nayènggita, peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-221 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan nilai keberagaman, kebijaksanaan, dan budi pekerti dalam kehidupan masyarakat. (aroel)