jogjabanget.id

Pameran MENEROKA Agung Suhartanto Tampilkan 100 Karya Batik, Ajak Pengunjung Menjelajah Elemen Nusantara

Pameran tunggal Agung Suhartanto bertajuk MENEROKA resmi dibuka untuk umum di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Sebanyak 100 karya batik periode 2016–2020 dipamerkan sekaligus mengantarkan Agung meraih penghargaan LEPRID. (Dok. Menoreka)

Pameran tunggal Agung Suhartanto bertajuk MENEROKA resmi dibuka untuk umum di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Sebanyak 100 karya batik periode 2016–2020 dipamerkan sekaligus mengantarkan Agung meraih penghargaan LEPRID. (Dok. Menoreka)

Author
Redaksi
28 September 20263 menit baca

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Sehari setelah resmi dibuka, pameran tunggal Agung Suhartanto bertajuk "MENEROKA: Perjalanan Elemen Nusantara" mulai menerima kunjungan masyarakat umum di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. 

Pameran yang berlangsung hingga 2 Oktober 2026 ini menghadirkan 100 karya batik dari periode 2016–2020 yang merekam perjalanan eksplorasi Agung dalam mengembangkan batik sebagai medium seni rupa.

Pembukaan pameran pada 26 September 2026 dihadiri sekitar 200 pengunjung, mulai dari keluarga, seniman, pegiat seni dan budaya, komunitas, Kelompok Usaha Bersama Batik Wong Agung, hingga tamu undangan. Acara dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan ditutup dengan pertunjukan musik tradisional Swara Prana.

Menjelajah Nusantara Lewat Batik

Dalam pameran ini, Agung Suhartanto mengajak publik melihat batik dari sudut pandang yang lebih luas. Karya-karyanya lahir dari eksplorasi terhadap budaya, tradisi, sejarah, lingkungan, flora, fauna, hingga dinamika kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.

Melalui teknik tutup celup, pengolahan malam, pewarnaan bertahap, serta eksplorasi dimensi visual pada permukaan kain, Agung menghadirkan pendekatan yang memadukan teknik batik dengan bahasa seni rupa kontemporer.

“Aku ingin meluruhkan segala batasan-batasan tentang batik,” ujar Agung Suhartanto.

Menurutnya, proses membatik bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga perjalanan artistik yang menyatukan pengalaman, eksperimen, dan cara pandang baru terhadap medium batik.

Raih Penghargaan LEPRID

Salah satu momen penting dalam pembukaan MENEROKA adalah penyerahan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID).

Berdasarkan surat LEPRID tertanggal 23 September 2026, penghargaan diberikan atas prestasi bertajuk "Mahakarya Batik dengan Teknik Tutup Celup untuk Membentuk Dimensi Ruang atau Dimensi Ketiga dalam Karya Batik Dua Dimensi Pertama di Indonesia."

Penghargaan tersebut diberikan kepada Mpu Agung Suhartanto sebagai pencipta karya, sementara Wawan Harmawan menerima penghargaan sebagai inspirator pameran. Penghargaan diserahkan langsung oleh Paulus Pangka, S.H., Pendiri sekaligus Ketua Umum LEPRID.

PEP01046.JPG

Mengenang Prof. Dharsono Sony Kartika

Pameran MENEROKA juga menjadi ruang penghormatan bagi Prof. Dharsono Sony Kartika, sosok yang berperan penting dalam proses kreatif Agung pada periode 2016–2020.

Ruang khusus dalam pameran menghadirkan narasi perjalanan pemikiran yang melatarbelakangi lahirnya karya-karya tersebut, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses dialog dan eksplorasi yang menyertainya.

Pembukaan Berlangsung Hangat dan Intim

Suasana pembukaan berlangsung hangat dengan kehadiran berbagai kalangan yang memiliki kedekatan dengan perjalanan berkesenian Agung.

Setelah prosesi penyerahan penghargaan LEPRID, pembukaan dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta bersama Agung Suhartanto, kemudian pemotongan pita yang melibatkan perwakilan Kelompok Usaha Bersama Batik Wong Agung.

Rangkaian acara ditutup dengan penampilan musik tradisional Swara Prana yang semakin menghidupkan nuansa budaya dalam pembukaan pameran.

Masih Bisa Dikunjungi Hingga 2 Oktober

Masyarakat masih dapat mengunjungi pameran MENEROKA: Perjalanan Elemen Nusantara mulai 27 September hingga 2 Oktober 2026, setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB, di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.

Melalui 100 karya yang dipamerkan, publik diajak menelusuri perjalanan visual Agung Suhartanto dalam menerjemahkan kekayaan elemen Nusantara menjadi bahasa seni melalui medium batik. (ak)