jogjabanget.id

Target 8,5 Juta Wisatawan, Pemkab Sleman Andalkan Event Lari di Lereng Merapi

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K di Kaliurang diproyeksikan diikuti 3.000 pelari. Dinas Pariwisata Sleman menilai sport tourism menjadi strategi efektif meningkatkan kunjungan wisata, okupansi hotel, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. (dok. jogjabanget)

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K di Kaliurang diproyeksikan diikuti 3.000 pelari. Dinas Pariwisata Sleman menilai sport tourism menjadi strategi efektif meningkatkan kunjungan wisata, okupansi hotel, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. (dok. jogjabanget)

Author
Redaksi
29 Juli 2026 pukul 08.204 menit baca

SLEMAN, jogjabanget.id - Kawasan wisata Kaliurang kembali bersiap menjadi magnet wisata di lereng Gunung Merapi. Sebanyak 3.000 pelari diperkirakan akan memadati kawasan D'Kaliurang Camping Ground, Pakem, Sleman, dalam ajang Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Tak sekadar menghadirkan olahraga, event ini juga menjadi bagian dari strategi sport tourism untuk menggerakkan pariwisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, hingga meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di Sleman bagian utara.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, menyambut positif penyelenggaraan ajang tersebut. Menurutnya, konsep sport tourism menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga geliat pariwisata, terutama pada semester kedua ketika momentum liburan cenderung lebih sedikit.

"Prinsipnya kami sangat menyambut baik kegiatan yang diadakan Pemerintah Kabupaten Sleman ini. Lokasinya juga sudah sangat tepat berada di kawasan destinasi wisata. Program seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut secara konsisten karena menjadi bagian penting dari sport tourism yang mendukung pengembangan destinasi wisata di Sleman," ujar Edy saat konferensi pers di Kompleks Parasamya Sleman, Senin (27/7/2026).

Menurut Edy, sektor pariwisata merupakan bidang yang sangat sensitif terhadap berbagai dinamika, mulai dari isu teknis hingga kondisi ekonomi. Karena itu, penyelenggaraan event olahraga dinilai mampu menjadi pemicu baru untuk menarik wisatawan.

"Sport tourism seperti ini menjadi pendukung utama kami dalam meningkatkan angka kunjungan, khususnya untuk pemerataan wisata di wilayah Sleman sisi utara. Kalau Sleman timur sudah berkembang cukup baik, kini saatnya kita menggenjot kawasan utara dan barat," katanya.

Target 8,5 Juta Wisatawan

Dinas Pariwisata Sleman tahun ini menargetkan 8,5 juta kunjungan wisatawan. Hingga 25 Juli 2026, capaian kunjungan telah mencapai 4,56 juta wisatawan atau sekitar 53 persen dari target tahunan.

Edy menjelaskan, mayoritas kunjungan biasanya terjadi pada semester pertama karena adanya libur panjang. Memasuki semester kedua, diperlukan berbagai event kreatif agar arus wisatawan tetap terjaga.

"Saat ini kami dituntut lebih kreatif mengejar target kunjungan wisatawan. Setelah peak season berlalu, event seperti Fun Run menjadi angin segar untuk mendongkrak distribusi wisatawan sekaligus meningkatkan penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor hotel dan restoran," jelasnya.

Ia menambahkan, dampak ekonomi akan jauh lebih besar apabila peserta datang dari luar daerah maupun mancanegara.

"Kalau pesertanya berasal dari luar daerah, dampaknya akan sangat signifikan. Mereka menginap di hotel, makan di restoran, berbelanja, sehingga lama tinggal (length of stay) dan pengeluaran wisatawan ikut meningkat," ungkap Edy.

Kolaborasi Lintas Sektor

Fun Run 6K merupakan bagian dari Transmigrasi Festival 2026, hasil kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sleman bersama Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta.

Ketua KADIN Sleman Yudi Prihantana menegaskan bahwa event tersebut dirancang bukan sekadar lomba lari, tetapi juga sebagai upaya memperkuat citra Kaliurang sebagai destinasi sport tourism nasional.

"Kami ingin para peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati keindahan Kaliurang, mengenal potensi wisata Sleman Utara, dan membawa pulang pengalaman yang berkesan," ujar Yudi.

Ajang ini diperkirakan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal melalui peningkatan okupansi hotel, transaksi kuliner, penjualan produk UMKM, hingga penggunaan jasa transportasi.

Dispar Siap Perkuat Promosi

Meski belum memberikan dukungan anggaran yang besar, Dinas Pariwisata Sleman memastikan akan terus memperkuat sinergi agar event ini berkembang menjadi agenda tahunan.

"Kami memang belum memiliki kontribusi anggaran yang besar untuk Fun Run ini, tetapi kami akan terus bersinergi agar kualitas penyelenggaraannya semakin baik. Kami juga membantu promosi melalui berbagai media, termasuk media sosial," tutur Edy.

Selain promosi, pihaknya juga akan mengkaji berbagai aspek pendukung seperti fasilitas, regulasi, hingga retribusi agar semakin ramah bagi penyelenggara maupun peserta.

"Kami berharap kualitas event ini terus meningkat sehingga benar-benar menjadi salah satu ikon sport tourism di Sleman. Kami siap berkolaborasi dengan berbagai pihak agar penyelenggaraannya semakin menarik dan memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Selain menghadirkan pengalaman berlari di tengah panorama Merapi, peserta juga akan disuguhi bazar UMKM, hiburan, serta berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah, mulai dari sepeda motor, sepeda listrik, smart TV, kulkas, hingga puluhan doorprize lainnya.