YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan duka dan keprihatinan atas gugurnya prajurit TNI asal Kulon Progo, Praka Farizal Rhomadhon, yang tewas saat menjalankan tugas di Lebanon.

Sri Sultan menegaskan bahwa risiko dalam penugasan di wilayah konflik memang tidak bisa dihindari. 

“Saya ikut prihatin. Tapi yang namanya penugasan itu memang dari awal sudah disadari pasti ada korbannya,” ujarnya di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (31/3/2026). 

Menurut Sri Sultan, operasi di daerah konflik memiliki konsekuensi lebih besar dibanding wilayah aman. Meski demikian, ia berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir. 

“Harapan saya, jangan ada korban lagi,” tegasnya.

Kabar gugurnya Farizal membawa duka mendalam bagi warga Dusun Ledok, Kapanewon Lendah, Kulon Progo. Di mata warga, Farizal dikenal sebagai sosok sederhana, baik, dan aktif dalam kegiatan sosial sejak muda. Ia juga disebut tidak pernah bermasalah selama tinggal di kampung.

Dukuh setempat, Wakhidi, mengenang Farizal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan dekat dengan masyarakat. Meski sudah menjadi prajurit TNI, ia tetap menjaga komunikasi dengan warga dan sempat pulang saat Idulfitri tahun lalu.

Dari informasi yang diterima warga, empat prajurit TNI menjadi korban serangan di Lebanon, dua di antaranya meninggal dunia termasuk Farizal, sementara dua lainnya dalam kondisi kritis.

Sementara itu, ibu korban, Supinah, mengaku masih menunggu kepastian pemulangan jenazah anaknya. Ia terakhir berkomunikasi melalui video call sebelum kejadian. 

“Katanya nunggu tiket untuk pulang. Rencananya memang Mei ini pulang,” ungkapnya.

Ia juga mengenang Farizal sebagai anak yang selalu memberi kabar meski sedang bertugas jauh, termasuk saat ditempatkan di Papua hingga Lebanon. Komunikasi dengan keluarga disebut hampir dilakukan setiap hari.

Rencananya, Farizal akan dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Ledok, agar tetap dekat dengan keluarga. Warga bersama pemerintah desa pun telah menyiapkan proses pemakaman sembari menunggu kepastian kedatangan jenazah.