jogjabanget.id

Dari Kunci Hilang Jadi Karya Seni, Kisah Guru Besar UGM di Arts Therapy is Happiness

Kisah unik mewarnai kegiatan Arts Therapy is Happiness di RSA UGM. Guru Besar UGM melukis sosok perempuan yang pernah membantunya menemukan kunci yang hilang, sebagai simbol rasa terima kasih sekaligus kekuatan seni dalam menghadirkan kebahagiaan. (dok. jogjabanget)

Kisah unik mewarnai kegiatan Arts Therapy is Happiness di RSA UGM. Guru Besar UGM melukis sosok perempuan yang pernah membantunya menemukan kunci yang hilang, sebagai simbol rasa terima kasih sekaligus kekuatan seni dalam menghadirkan kebahagiaan. (dok. jogjabanget)

Author
Redaksi
30 Juli 2026 pukul 03.343 menit baca

SLEMAN, jogjabanget.id - Ada cerita menarik di balik kegiatan "Arts Therapy is Happiness" yang digelar Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM bersama Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) di Taman RSA UGM, Rabu (29/7/2026).

Di tengah suasana para guru besar yang melukis, membaca puisi, hingga bernyanyi sebagai bagian dari terapi seni, salah satu guru besar, Warsito, justru mencuri perhatian lewat lukisan seorang perempuan berparas cantik.

Ternyata, lukisan tersebut bukan sekadar hasil imajinasi. Ada pengalaman pribadi yang menjadi inspirasinya.

Warsito mengisahkan, beberapa waktu lalu dirinya sempat kehilangan kunci saat berada di lingkungan RSA UGM. Dalam kondisi kebingungan, ia bertemu seorang pegawai perempuan yang kemudian membantunya hingga kunci tersebut berhasil ditemukan.

"Jadi saya sempat kehilangan kunci, bertemu dengan perempuan itu, dan akhirnya singkat cerita dibantu dan ditemukan kunci," cerita Warsito sambil menunjukkan hasil lukisannya.

Menurutnya, pengalaman sederhana itu meninggalkan kesan mendalam sehingga ia memilih mengabadikan sosok perempuan tersebut dalam karya seni yang dibuat pada kegiatan itu.

Kegiatan Arts Therapy is Happiness sendiri mengusung tema "Membangun Kesehatan Jiwa melalui Seni, Humanisme, dan Budaya". Acara ini menjadi ruang bagi para guru besar untuk mengekspresikan diri melalui berbagai bentuk seni sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.

Direktur RSA UGM, Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B.Subsp.Onk.(K), mengatakan rumah sakit tidak hanya berfokus pada penyembuhan melalui terapi medis maupun teknologi kesehatan, tetapi juga ingin menghadirkan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

"Kami tidak hanya terfokus pada bagaimana penyembuhan pasien lewat terapi medis atau alat-alat canggih, tetapi menggunakan nilai-nilai yang memang ada dalam diri manusia. Kalau seseorang merasa bahagia, bisa berekspresi lewat melukis, membaca puisi, bermusik, ataupun bernyanyi, maka itu akan membuatnya lebih sehat," ujarnya.

arts therapy is happines di RSA UGM.JPG

Darwito menjelaskan, perasaan bahagia diyakini mampu memengaruhi hormon tubuh yang berkaitan dengan daya tahan tubuh.

"Kalau orang mempunyai rasa senang, ada gairah hidup. Itu berkaitan dengan hormon seperti endorfin yang dapat memperkuat imunitas sehingga membantu tubuh melawan penyakit," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menjelaskan bahwa terapi seni bukan hanya bertujuan menciptakan kebahagiaan, tetapi juga membangun manusia yang utuh.

"Art Therapy for Happiness atau Art is Happiness menyatukan kembali nalar, naluri, dan nurani sehingga kita menjadi pribadi yang utuh, mampu memuliakan kemanusiaan sekaligus menjaga lingkungan. Healthy people, healthy planet," ungkap Baiquni.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari proses healing, menjaga kesehatan, sekaligus membangun kebahagiaan bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

Bagi peserta, kegiatan ini membuktikan bahwa inspirasi karya seni bisa datang dari pengalaman sehari-hari. Bahkan, kisah sederhana seperti kehilangan kunci pun mampu berubah menjadi lukisan yang penuh makna dan rasa syukur.