Ramayana Beyond The Wave, Atraksi Seni Budaya Baru di Jogja Bay Padukan Tari Tradisional dan Fire Dance

Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana Beyond The Wave, memadukan tari tradisional dan modern di tepi kolam ombak. Tiket pertunjukan mulai Rp90 ribu. (FOTO: jogjabanget)
SLEMAN, jogjabanget.id - Kisah pertempuran Hanoman melawan Rahwana dalam legenda Ramayana hadir dengan nuansa berbeda di Jogja Bay by Waterboom. Pertunjukan tari tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern itu digelar di tepi kolam ombak melalui program Bay Culture Show (BCS), dengan tema perdana Ramayana Beyond The Wave.
Pementasan ini menjadi konsep baru Jogja Bay untuk menghadirkan hiburan sekaligus mengenalkan seni dan budaya kepada pengunjung. Kisah Ramayana dipilih karena dinilai tetap dikenal lintas generasi, meski telah melewati berbagai perubahan zaman.
Manajer Marketing Jogja Bay, Fajri Wijayanto, mengatakan Bay Culture Show merupakan bagian dari konsep baru yang ditawarkan kepada pengunjung. Pertunjukan menggabungkan tarian tradisional dengan unsur modern, termasuk atraksi fire dance.
“Kita mengusung tema seni, seni tari tradisional yang juga dipadukan dengan modern, di mana nanti akan ada juga fire dance-nya,” kata Fajri usai pertnujukan, Sabtu (17/10/2026).
Untuk edisi Oktober, BCS mengangkat cerita Ramayana melalui tema Ramayana Beyond The Wave. Ke depan, tema pertunjukan direncanakan berganti secara berkala, tetapi tetap berakar pada seni tradisional.
“Jadi, memang yang kita angkat tarian-tarian tradisional, namun nanti temanya akan berbeda-beda. Bisa jadi nanti tema Srikandi, kita angkat cerita tentang Srikandi ataupun tema-tema tarian daerah lainnya,” ungkapnya.
Tampilkan Seni Tradisi dengan Sentuhan Modern
Fajri menjelaskan, Bay Culture Show dijadwalkan setiap Sabtu sore. Jogja Bay juga membuka peluang menambah jadwal pertunjukan apabila antusiasme pengunjung meningkat, termasuk kemungkinan menghadirkan konsep pementasan pada malam hari.
Dalam penyelenggaraannya, Jogja Bay berkolaborasi dengan komunitas tari, seniman, dan sanggar di Yogyakarta, termasuk mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI).
Pertunjukan dengan latar kolam ombak ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, mulai dari keluarga hingga anak muda.
General Manager Jogja Bay, Agus Rochiyardi, mengatakan gagasan menghadirkan sendratari di destinasi wisata terinspirasi dari pertunjukan seni yang dapat dijumpai di sejumlah tempat, termasuk Bali dan kawasan Prambanan.
“Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah kita menginginkan berbagai kegiatan yang ada di Sleman khususnya dan di DIY pada umumnya untuk menambah berbagai aktivitas kegiatan yang ada di tempat-tempat destinasi wisata yang ada di DIY ini,” ujar Agus.
Ia berharap Bay Culture Show dapat berkembang menjadi salah satu daya tarik baru pariwisata di Yogyakarta.

Tiket Pertunjukan Mulai Rp90 Ribu
Jogja Bay menyediakan beberapa pilihan pembelian tiket untuk menikmati wahana dan Bay Culture Show.
Tiket melalui admin WhatsApp Jogja Bay dibanderol Rp90.000, sedangkan pembelian langsung di loket seharga Rp110.000. Menurut Fajri, harga tersebut sudah termasuk tiket masuk wahana dan pertunjukan.
Pengunjung yang membeli tiket pertunjukan juga memperoleh fasilitas bean bag dan area menonton eksklusif. Sementara itu, pengunjung lainnya tetap dapat menyaksikan pementasan secara gratis dari area penonton di bagian belakang.
Fajri menyebut kapasitas penonton pertunjukan mencapai maksimal 200 orang. Ia berharap atraksi baru ini dapat ikut meningkatkan kunjungan wisatawan hingga akhir tahun.
Menurutnya, jumlah pengunjung Jogja Bay saat ini rata-rata berada di kisaran 500 hingga 1.000 orang per hari. Perusahaan memperkirakan kunjungan dapat meningkat sekitar 50 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Jogja Bay Revitalisasi Wahana dan Museum Air
Selain menghadirkan pertunjukan seni, Jogja Bay juga menjalankan revitalisasi setelah memasuki usia 10 tahun. Agus mengatakan pembaruan dilakukan secara bertahap, antara lain pada jembatan, keramik wahana, taman, serta pengecatan ulang sejumlah fasilitas.
Salah satu pembaruan yang disiapkan adalah pengembangan museum air menjadi ruang edukasi yang lebih interaktif dan imersif.
“Nanti museum air itu akan kita ganti nama, kita masih godok untuk namanya, tetapi secara prinsip kita akan menampilkan yang sifatnya immersive, kemudian kita menggunakan berbagai macam touch screen, layar sentuh untuk berbagai interaktif yang ada di dalam museum air,” jelas Agus.
Ia mencontohkan, pengunjung nantinya dapat mencoba aktivitas edukasi seperti menangkap ikan atau mengambil sampah melalui permainan berbasis layar sentuh.

Agus berharap revitalisasi dan hadirnya atraksi baru dapat memperbarui pengalaman wisata di Jogja Bay.
“Mudah-mudahan dengan usia 10 tahun dengan adanya revitalisasi ini kita bisa kembali seperti semula lagi,” katanya.
Melalui Bay Culture Show dan pembaruan fasilitas, Jogja Bay berupaya memadukan rekreasi keluarga, seni tradisional, dan edukasi dalam satu destinasi wisata.

