Kirab Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI, PNIB Ajak Warga Jaga Persatuan dan Ingat Jasa Ulama

Kirab Merah Putih digelar menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ratusan peserta membentangkan kain merah putih sepanjang 300 meter dan menyerukan pentingnya menjaga persatuan, sejarah serta jasa para pahlawan dan ulama. (dok. PNIB)
YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Forum Mahasiswa Pagar Nusa, Pendekar Santri Pagar Nusa, Padepokan Agung Nuswantoro dan masyarakat menggelar Kirab Merah Putih, Minggu (9/8/2026).
Ratusan peserta mengikuti kirab dengan membawa kain merah putih sepanjang 300 meter. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus ajakan untuk menjaga persatuan dan mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa.
Kirab diawali dari depan Masjid Jami' Al Yakin Reden Inten. Peserta kemudian berjalan sekitar 2 kilometer menuju Tugu Adipura sambil membentangkan kain merah putih dan menyanyikan lagu-lagu nasional serta lagu kebangsaan.
Sejumlah spanduk bernuansa kebangsaan turut dibawa dalam kirab. Salah satunya bertuliskan, "81 Tahun Indonesia Merdeka, Jaga Bangsa Bela Negara dengan JASMERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah) dan JASHIJAU (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama')."
Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian masyarakat. Sejumlah warga yang melintas terlihat mengapresiasi kegiatan tersebut, bahkan beberapa di antaranya ikut bergabung dalam barisan kirab.
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengatakan peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk kembali menggali sejarah perjuangan bangsa.
"Kita gali kembali sejarah kemerdekaan bangsa hasil pengorbanan para pahlawan, baik yang bertanda jasa maupun tanpa nama. Ingat jasa-jasa para ulama dan kyai dalam menjaga semangat rakyat untuk tetap teguh melawan penjajahan, intimidasi hingga pengkhianatan," ujar Gus Wal seusai kirab.
Ia mengatakan, semangat tersebut selama ini terus disuarakan PNIB melalui pesan JASMERAH dan JASHIJAU sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa dan jasa para ulama.
Selain mengajak masyarakat mengingat sejarah, Gus Wal juga menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dinilainya dapat mengganggu persatuan bangsa.
"Intoleransi, radikalisme, khilafah dan terorisme ditambah satu lagi yaitu premanisme adalah musuh rakyat yang tidak terlihat namun nyata terjadi," tegasnya.
Menurut Gus Wal, ancaman terhadap keutuhan bangsa tidak selalu datang dalam bentuk serangan secara langsung. Karena itu, masyarakat dinilai perlu menjaga persatuan mulai dari lingkungan terdekat.
"Ancaman disintegrasi bangsa bukan dari serangan rudal atau tank bersenjata dari luar negeri, namun ketiga perilaku itu adalah bahaya laten yang ada tidak jauh dari sendi-sendi kehidupan kita," katanya.
Ia juga menyoroti persoalan korupsi yang dinilai dapat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Gus Wal mengajak masyarakat menolak segala bentuk praktik korupsi.
"Para koruptor dan pembuat kebijakan korup adalah musuh masyarakat. Mereka para elite berdasi yang hanya berpikir menggerogoti uang rakyat sebanyak-banyaknya untuk membuncitkan perut sebesar-besarnya," ujarnya.
Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gus Wal mengajak masyarakat menjaga persatuan melalui langkah-langkah sederhana, termasuk menjaga hubungan dengan tetangga dan lingkungan sekitar.
"Jaga tetangga, jaga desa, kampung. Jaga persatuan dengan cara paling sederhana. Kemerdekaan ini warisan pendiri bangsa, pahlawan, leluhur dan para kyai kepada kita," pungkasnya.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan melalui kebersamaan dan kepedulian antarsesama anak bangsa agar masyarakat tidak mudah diadu domba.


