jogjabanget.id

HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, Wali Kota Hasto Sebut Jogja Bisa Jadi "The Little Singapore"

Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati HUT ke-79 dengan tema ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Wali Kota Hasto Wardoyo mengajak seluruh elemen masyarakat mewujudkan Yogyakarta yang tertib, bersih, nyaman, dan berbudaya. (dok. jogjabanget)

Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati HUT ke-79 dengan tema ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Wali Kota Hasto Wardoyo mengajak seluruh elemen masyarakat mewujudkan Yogyakarta yang tertib, bersih, nyaman, dan berbudaya. (dok. jogjabanget)

Author
Redaksi
9 Juni 2026 pukul 00.544 menit baca

YOGYAKARTA, jogjabanget.id - Pemerintah Kota Yogyakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 dengan menggelar upacara di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Senin (8/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pegawai Pemkot Yogyakarta, serta dimeriahkan dengan iring-iringan prajurit bregada yang membawa pataka dan tombak pusaka.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga menyerahkan tumpeng kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pejabat sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Pemerintah Kota Yogyakarta yang telah berdiri sejak 7 Juni 1947 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1947.

Mengusung tema "ASRI" yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun kota yang nyaman, tertib, sehat, dan berdaya saing.

Dalam amanatnya, Hasto menegaskan bahwa semangat pembangunan Kota Yogyakarta sejalan dengan filosofi "Hamemayu Hayuning Projo, Hamemayu Raharjaning Kutha", yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik demi kesejahteraan masyarakat.

“Tema HUT pemerintah saat ini adalah ASRI sesuai dengan gerakan yang dicanangkan pemerintah pusat, yaitu menciptakan suasana yang aman, sehat, resik, dan indah,” kata Hasto.

Menurutnya, aspek aman diwujudkan melalui kolaborasi seluruh unsur keamanan mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, Jogo Warga hingga Forkopimda untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Sementara aspek sehat tidak hanya menyasar kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga birokrasi yang profesional, bersih, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

“Resik bukan hanya lingkungan yang bersih dari sampah dan rumput liar, tetapi juga birokrasi yang disiplin, akuntabel, tertib administrasi, dan bebas dari praktik-praktik yang tidak semestinya,” tegasnya.

Adapun aspek indah, lanjut Hasto, diwujudkan melalui penataan kota berbasis budaya, pelestarian taman, kebersihan sungai, serta pengembangan program Munggah-Mundur Madep Kali yang menjadi salah satu prioritas pembangunan kawasan bantaran sungai.

Dalam pidatonya, Hasto juga menyampaikan optimisme bahwa Yogyakarta dapat menjadi "The Little Singapore" apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan kedisiplinan.

“Makna The Little Singapore adalah kita mencontoh kedisiplinannya, kebersihannya, kerapihannya, ketertibannya dan keamanannya,” ujarnya.

Pada momentum HUT ke-79 ini, Pemkot Yogyakarta juga menyoroti sejumlah capaian program yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satunya adalah percepatan penyelesaian perizinan bangunan dan usaha yang sebelumnya mengalami antrean cukup panjang.

Hasto menyebut lebih dari 900 berkas perizinan yang sempat tertunda kini berhasil ditekan menjadi sekitar 600 berkas dan terus diproses secara bertahap.

“Saya berharap tidak ada kepentingan dalam pelayanan perizinan. Karena secerdas apa pun seseorang dalam memberikan layanan, kalau ada pamrih maka pelayanan tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, program diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam satu hari pelaksanaan, penerimaan pajak disebut mencapai hampir Rp54 miliar atau setara target enam bulan.

Pemkot juga meluncurkan program kendaraan bebas emisi melalui penyaluran 50 becak listrik bantuan PT KAI kepada para pengemudi becak dan koperasi. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung transportasi ramah lingkungan di Kota Yogyakarta.

Tak hanya itu, gerakan bedah rumah tanpa menggunakan dana APBD maupun APBN juga mendapat perhatian khusus. Dari target awal 18 rumah, jumlah rumah yang akan dibangun meningkat menjadi 30 unit berkat dukungan para donatur dan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam upacara tersebut juga diberikan penghargaan kepada sejumlah kelurahan dan TP PKK berprestasi. Kelurahan Gunungketur meraih Juara I, disusul Kelurahan Kadipiro sebagai Juara II dan Kelurahan Mantrijeron sebagai Juara III.

Sementara untuk kategori TP PKK Kemantren, Juara I diraih Kemantren Umbulharjo, Juara II Kemantren Mantrijeron, dan Juara III Kemantren Gondokusuman.

Rangkaian HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta sendiri telah diisi berbagai kegiatan seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi perizinan bangunan, kerja bakti massal, festival ketoprak, bedah rumah, pameran foto, kampanye kendaraan bebas emisi, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan.

Puncak peringatan akan digelar melalui pengajian akbar di Stadion Mandala Krida pada Jumat (12/6/2026) mendatang.

“Dengan ASRI, mari kita memantapkan langkah mewujudkan Yogyakarta yang aman dalam kebersamaan, sehat dalam kehidupan, resik dalam lingkungan dan tata kelola, serta indah dalam pelayanan, budaya, dan kolaborasi,” pungkas Hasto.